Thursday , October 28 2021

Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala

Setiap orang tua pasti mau punya cara untuk mendidik anaknya masing-masing. Tak terkecuali mendidik anak yang keras kepala dan susah diatur atau suka melawan. Salah satu contoh kebiasaan anak yang sulit untuk diatur seperti malas mandi, susah makan, sering emosi dan marah marah.

Kebanyakan orang tua cara menghadapi anak yang sering marah-marah dan keras kepala adalah dengan marah-marah, padahal cara mengatasi anak dengan cara tersebut kurang tepat. Orang tua perlu memberikan perhatian lebih supaya anak mau mendengar.

Penyebab anak keras kepala dan suka melawan yaitu dengan menerapkan cara mendidik anak dengan penuh perhatian sejak dini. Sebab, perkembangan setiap anak berbeda-beda. Ada anak ketika anak melakukan sesuatu misalnya ia tidak mau mandi atau tidak mau tidur ia akan melihat reaksi yang ia lihat.

Sebagai contoh lagi saat anak berubah menjadi keras sekolah atau suka melawan bisa jadi perilaku itu diakibatkan karena melihat dari contoh orang orang tua. Oleh sebab itu sebaiknya hati-hati jika bersikap di depan anak-anak karena mereka sangat mudah meniru orang yang ada di sekitarnya.

Cara Mendidik Anak Suka Marah

Ketika menghadapi anak yang keras kepala memang membutuhkan kesabaran yang ekstra. Berapa hal yang tidak perlu dilakukan orang tua ketika anak keras kepala seperti jangan menjawab atau mencubit. Nah, berikut cara yang paling efektif dalam mendidik anak yang keras kepala maupun suka melawan orangtua tanpa harus marah-marah :

1. Dengarkan pendapat kemauan si kecil

Komunikasi menjadi kunci dalam menghadapi sikap anak yang keras kepala. Komunikasi yang baik antara orangtua dan anak harus berjalan dua arah jika ingin anak Anda mau mendengarkan apa nasihat orang tuanya.

Anak yang keras kepala cenderung mempunyai pendapat kuat dan senang ke depan supaya keinginannya dapat terpenuhi. Jadi coba dekati dengan hati dengan dan dengarkan apa yang ingin dia sampaikan. Hal ini mungkin akan menjadi lebih penting dan menjadi lebih tenang.

2. Tidak memaksa

Banyak kasus orang tua sering memaksa anaknya untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan dan malah sebaliknya si anak pemberontak dan melakukan apa yang tidak ingin mereka lakukan dan ini yang disebut sebagai ciri umum anak yang keras kepala.

Banyak para pakar anak memberikan wejangan jika cara mendidik anak dengan cara memaksa maka akan memicu perlawanan dari sang anak.

Cara yang terbaik adalah menunjukkan perhatian dengan apa yang anak tonton akan akan memberikan respon yang baik dan akan merasa lebih nyaman.

Cobalah untuk membangun hubungan yang lebih hangat lebih tenang supaya dapat meluluhkan hati anak Anda supaya lebih menurut dan dapat melakukan pekerjaan ataupun tugas secara bersama.

3. Memberikan anak pilihan

Bisa kita ketahui bahwa anak mempunyai jalan pikiran sendiri dan biasanya lebih senang dengan apa yang harus saya lakukan.

Cara mendidik anak yang keras kepala dapat menggunakan trik-trik khusus dengan cara memberikan pilihan. Sebagai contoh jika anak sedang menonton TV dan waktunya tidur maka berikan suatu pilihan seperti memberikan dongeng atau cerita sebelum tidur.

Berikan suatu pengalihan supaya anak memilih, sebagai contoh pilihan cerita nabi Ibrahim atau cerita nabi Nuh. Ketika anak menolak Orang tua harus tetap tenang sembari mengulangi hal yang sama sebanyak beberapa kali. Anda harus tetap tenang dan tidak menunjukkan rasa emosi maka anak lama-kelamaan akan luluh dan mengikuti atau kemauan orangtuanya.

4. Belajar dari pengalaman

Cara mendidik anak yang keras kepala salah satu cirinya adalah sedikit memberikan kebebasan. Cara mendidik anak yang keras kepala adalah tidak mengulangi hal yang sama. Memang butuh peraturan agar ia mau menerapkan cara mendisiplinkan diri untuk mendidik perilaku baik atau tidak mengulangi hal buruk.

Sebagai contoh ketika anak bermain air dan terpeleset kemudian menangis dan anda nasehati mungkin anak akan mendengarkannya. Ketika orang tua sudah berkali-kali memberikan nasihat dan tetap keras kepala mungkin ia akan menyadari saat kejadian yang terjadi. Bahwa semua kejadian yang telah dinasihatkan dari orang tuanya memang benar dan bermanfaat.